Kenali Gejala Kanker Tulang Sejak Dini

  • SumoMe

Kanker tulang atau osteosarkoma adalah salah satu jenis kanker yang sel karsiogeniknya berada di tulang bagian dalam. Bagian tulang yang paling umum diserang oleh penyakit ini adalah lutut dan siku. Osteosarkoma bisa menyerang mulai dari usia remaja sampai lansia. Salah satu penyebab penyakit ini adalah pengonsumsian suplemen peninggi badan yang terlalu berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama. Konsumsi suplemen di usia produktif harus dikurangi agar resiko kanker tulang dapat dihindari. Pada umumnya gejala kanker tulang stadium awal adalah bengkak di sekitar lengan atas yang mendekati bahu dan kaki. Gejala ini biasanya dianggap sepele dan tidak terlalu diperhatikan.

Screening terhadap perkembangbiakan sel kanker yang ada di tubuh sangat diperlukan untuk mengantisipasi sel merugikan tersebut hidup di dalam tubuh kita. Screening pada jenis kanker tertentu masih belum ditemukan karena terbatasnya teknologi yang dimiliki oleh manusia. Salah satunya adalah kanker tulang. Screening kanker tulang belum tersedia, namun setidaknya Anda masih bisa mengantisipasi datangnya penyakit ini dengan mengenali gejala kanker tulang sejak dini. Dengan pengetahuan ini, Anda jadi bisa menentukan tindakan yang harus dilakukan ketika tubuh Anda mengalami gangguan yang menjurus pada kanker tulang.

Kanker tulang umumnya dibedakan menjadi dua yaitu kanker tulang primer dan sekunder. Kanker tulang primer adalah kanker yang berada dari dalam tulang. Sedangkan kanker tulang sekunder merupakan kanker yang di dapatkan dari sel kanker yang telah lebih dulu menyerang organ lain. Adanya metastatis atau penyebaran sel kanker bisa menjadi salah satu penyebab kanker tulang. Dalam berbagai kasus di dunia, kanker tulang jarang ditemukan. Alasan ini lah yang membuat gejala kanker tulang sering tidak dikenali sejak awal. Harapan hidup seorang pengidap kanker tulang primer relatif lama yakni sekitar 5 tahun sejak pertama kali terdiagnosa. Harapan sembuh akan lebih besar setidaknya 60% asalkan sel kanker dari tulang belum menyebar ke organ lain di sekitarnya.

Kanker tulang sangat sulit terdeteksi pada tahap awal perkembangbiakan. Dikarenakan sel-sel yang abnormal berada di dalam tulang dan tidak nampak di luar tubuh. Ketika terjadi tonjolan, tonjolan ini akan mengakibatkan permukaan kulit di sekitarnya bengkak. Gejala kanker tulang yang seperti ini biasanya dinilai sebagai keseleo, asam urat atau gangguan tulang lain. Kesimpulan seperti ini bisa muncul karena kanker tulang umumnya menyerang tulang di dekat persendian. Bagi tenaga medis pun sulit untuk mengeluarkan diagnosa kanker tulang jika masih stadium awal. Bengkak ini akan terus berkembang sampai akhirnya timbul rasa nyeri di daerah tersebut.

Ketika bagian tulang terasa nyeri, kemungkinan sel-sel kanker di dalam tulang telah menyebar luas. Nyeri bisa datang tiba-tiba dan hebat. Dari beberapa riwayat penderita kanker tulang, nyeri yang hebat akan menyerang di waktu malam saat penderita sedang terlelap. Rasa nyeri ini bisa membuat penderita terbangun dari tidurnya. Jika terjadi hal seperti ini, biasanya dokter akan memeriksa kondisi tulang Anda. Rontgen adalah tes yang bisa mendukung diagnosa dari gejala kanker tulang yang dikeluhkan penderita. Dokter kemudian menanyakan adakah riwayat penyakit keturunan serupa. Belum ada penelitian yang khusus membuktikan bahwa faktor genetik ikut mengambil andil pada resiko terjadinya kanker tulang, namun setidaknya fakta ini dapat membuat Anda lebih waspada dan lebih peduli pada kesehatan.

Pencegahan dan Pengobatan Kanker Tulang

Ketika seseorang telah didiagnosa menderita kanker tulang, maka akan dilakukan pengobatan sesuai dengan stadium kanker tulang yang diderita. Pengobatan kanker tulang bisa berupa pengonsumsian obat dari resep dokter, operasi, radiasi sinar X dan kemoterapi. Semua cara ini dilakukan untuk meringankan gejala kanker tulang yang dialami oleh penderita. Dokter tidak bisa memberikan penjaminan kesembuhan total bagi pasien, apalagi bagi pasien stadium lanjut dan telah mengalami metastasis osteosarkoma. Semua jenis kanker juga berpotensi untuk kambuh kembali, meskipun dalam pemeriksaan sebelumnya telah dinyatakan bersih dari kanker.

Anda juga dapat berpartisipasi untuk mencegah meningkatnya resiko kanker tulang dengan meminimalkan sebisa mungkin penyebab kanker tulang yang bisa Anda rubah. Dengan mengetahui gejala kanker tulang sejak dini, Anda dapat senantiasa waspada dan lebih memproteksi diri. Dengan berolahraga dan mengurangi konsumsi rokok akan menyehatkan tulang Anda. Olahraga yang rutin merupakan cara alami untuk mendapatkan tubuh yang tinggi dan lebih menyehatkan. Namun bagi Anda yang mengidap kanker tulang, jangan berkecil hati. Karena selama Anda benar-benar melakukan terapi pengobatan dan menjaga pola hidup sehat, bukan tidak mungkin kanker tulang dapat disembuhkan. Merupakan suatu hal yang penting untuk tetap terus menjaga kesehatan tubuh Anda dan keluarga.